M A T A N G _ N E T | Jl. Jangka No.84 | Matang Glp Dua | Meunasah Timu

19 September 2009

Printer Dari Tinta Kopi

Filed under: IPTEK 2010 — a2har @ 11:16 am

Canggih dan ramah kantong bukan lagi syarat utama sebuah produk teknologi. Ada satu lagi kriteria yang harus dipenuhi. Yaitu, ramah lingkungan. Hal itu terus digencarkan untuk mencegah kerusakan bumi. Untuk itu juga, RITI dibuat.

Printer tersebut tidak lagi menggunakan listrik untuk beroperasi. Bahkan, RITI tidak perlu memakai tinta. Ia hanya membutuhkan ampas kopi untuk mencetak tulisan atau gambar. Konsep printer yang dinamai RITI itu menjadi salah satu unggulan sebuah kompetisi tingkat dunia bernama Greener Gadget Competition. Kompetisi tersebut berlangsung hingga 27 Februari 2009.

Penggunaan printer RITI sangat mudah. Pemakai cukup memasukkan ampas kopi pada cartridge yang terletak di bagian atas printer. Setelah kertas dimasukkan -menggunakan kertas daur ulang lebih dianjurkan-, pengguna cukup menggerakkan cartridge ke depan dan belakang untuk mencetak sebuah tulisan.

Karena digerakkan manual, energi listrik pun tidak lagi digunakan. Mungkin, cara itu sedikit repot, tapi bisa menghemat konsumsi energi. Terobosan tersebut juga memberikan solusi lain kepada pemakai printer. Yaitu, ribet saat isi ulang atau takut membeli produk palsu.

Kebun di bawah tanah

Filed under: IPTEK 2010 — a2har @ 11:09 am

Melihat orang berkebun atau bersawah tentu sudah lumrah bagi kita, karena Indonesia adalah negara agraris yang sawah dan kebun terhampar hampir di semua daerah.kebun di bawah tanah

Tapi di Jepang orang berkebun dan bersawah di bawah tanah atau lebih tepatnya di bawah bangunan gedung pencakar langit.

Di lantai dasar gedung Nomura yang berlantai 27 di distrik Otemachi, Tokyo mereka menanam tanaman seperti sayuran dan padi.

Di areal seluas 1000 m2 tumbuh subur sayuran seperti tomat, strawberi, padi dan tanaman lainnya. Tanaman di tanam dengan sistem hidroponik (cara menanam tanpa media tanah).

Sebagaimana hal nya tumbuhan, tanaman yang di tanam di bawah bangunan tentu membutuhkan cahaya matahari, kelembaban udara dan sebagainya.

Sebagai pengganti cahaya matahari, kebun dibawah tanah ini di suplai oleh lampu seperti LED, dan high-pressure sodium vapor lamps. Semuanya di kontrol oleh komputer sehingga baik cahaya maupun temperatur mirip dengan kebun aslinya.

Begitulah Jepang, walaupun lahannya terbatas tapi mereka tidak menyerah untuk mencari inovasi agar kebutuhannya terpenuhi, benar-benar hebat!

Tema: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.